Kamis, 10 April 2014

PELATIHAN BIOGAS MENJADI ENERGI LISTRIK, MENUJU PERTANIAN BIOINDUSTRI (Kerjasama BPTP Maluku Utara Dengan Dinas Pertanian Kab. Halmahera Tengah)





Sofifi - Dalam rangka mengembangan pertanian yang ramah lingkungan di Maluku Utara, Balai Pengkajian Teknologi Maluku Utara digandeng oleh Dinas Pertanian kabupaten Halmahera Tengah untuk melakukan pelatihan bioindustri berbasis ternak. Pelatihan bioindustri berbasis ternak dilaksnakan di Kantor BPTP Maluku Utara dan diikuti oleh 19 orang terdiri  13 orang pegawai  Dinas Pertanian Bidang Peternakan dan 6 orang petani dari kecamatan Weda Selatan.

Pelatihan dibuka oleh Kepala BPTP Maluku Utara Dr. Andriko Noto Susanto, SP., MP dan Kepala Bidang Peternakan Kabupaten Halmahera Tengah Siti Sara Mohdar, S.Pt . Dalam kesempatan tersebut Dr. Andriko Noto Susanto, SP., MP menyatakan limbah ternak merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Seperti diketahui limbah ternak menghasilkan gas methan yang akan naik  ke atmosfer dan akan memantulkan panas dari atmosfer ke bumi sehingga akan meningkatkan suhu di bumi. Diperlukan pengelolaan yang baik mengenai limbah ternak supaya dapat bermanfaat bagi kehidupan seperti pengelolaan limbah ternak menjadi energi alternatif ramah lingkungan (biogas). Teknologi ini merupakan salah satu kontribusi dalam mewujudkan pembangunan pertanian di Maluku Utara menuju pertanian bioindustri berkelanjutan.

Materi pelatihan dibawakan oleh 3 orang peneliti peternakan BPTP Maluku Utara, yaitu Ahmad Yunan Arifin, Indra H. Hendaru dan Slamet Hartanto. Adapun materi pelatihan yang diberikan yaitu 1. Pengelolaan limbah menjadi biogas,  2. Pembuatan pupuk organik  padat dan cair dari limbah biogas, 3. Pengelolaan pakan yang efesien seperti penyusunan ransum seimbang,  dan 4. Pembuatan suplemen pakan dan silase.  Selain diberikan materi pelatihan pengelolaan limbah menjadi biogas, peserta dilatih mampu merakit biogas untuk menyalakan kompor dan menyalakan generator listrik. 

Kepala Bidang Peternakan Siti Sara Mohdar, S.Pt memberikan perhatian khusus kepada pelatihan pengelolaan limbah ternak menjadi biogas energi panas dan energi listrik. Siti memberikan apresiasi kepada BPTP Maluku Utara karena memberikan pelatihan yang sangat bermanfaat dan memberikan pengetahuan tentang potensi limbah yang selama ini terbuang.

Seperti diketahui populasi ternak sapi di Kabupaten Halmahera Tengah 7.872 ekor yang menghasilkan limbah sebesar sekitar 180 ton/ hari, jika dikelola dengan baik akan menghasilkan pupuk organik sebesar 90 ton/ hari dan biogas 10.000 m3/ hari setara dengan 6.500 liter minyak tanah atau 7.800 liter premium. Jika harga premium Rp. 6.500,-/ liter maka selama ini ada nilai sekitar 50 juta/ hari dibuang setiap hari yang harus segera dikelola dengan baik. 

Ditambahkan Siti walaupun pelatihan sudah dilaksanakan, tapi kerjasama dengan BPTP Maluku Utara untuk pembangunan peternakan berkesinambungan di Kabupaten Halmahera Tengah akan terus berlanjut. Peningkatan sinergitas antar lembaga ini penting untuk terus dilakukan agar pembangunan pertanian berjalan efekti dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar