Senin, 28 Februari 2011

Pemetaan Kesuburan Tanah Sawah di Dataran Waeapo, Buru, Maluku

      Akurasi pemetaan status kesuburan tanah sawah dapat meningkatkan efisiensi pemupukan, optimalisasi produktivitas padi sawah, dan menurunkan resiko kerusakan lingkungan. Rekomendasi pemupukan padi sawah di dataran Waeapo saat masih bersifat umum belum didasarkan pada keragaman spesifik kesuburan tanah, sehingga efisiensinya rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode evaluasi kesuburan tanah terbaik, dan dilanjutkan dengan identifikasi faktor pembatas kesuburan sebagai dasar pengelolaan hara spesifik lokasi. Digunakan lima metode evaluasi kesuburan  yaitu satu metode dari FAO (1983), satu dari PPT (1983) dan tiga dari Kyuma (2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi status potensial inherent kesuburan tanah (IP) dari Kyuma (2004), memberikan nilai korelasi paling tinggi terhadap produktivitas padi dibanding FAO dan PPT, sehingga dianggap sebagai metode yang baik untuk menilai status kesuburan tanah sawah. Semakin banyak sifat-sifat tanah dilibatkan sebagai parameter penilaian status kesuburan tanah, cenderung meningkatkan akurasi hasil evaluasi. Faktor pembatas utama status IP adalah [Ca+Mg]-dd, K-dd, dan KPK dengan kelas sangat rendah sampai rendah; rendahnya status bahan organik dan N tanah (OM) dibatasi oleh rendahnya C organik dan N total; sedangkan rendahnya status ketersediaan fosfat (AP) dibatasi rendahnya ketersediaan fosfat dan KPK tanah.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar