Rabu, 19 Maret 2014

SINERGI BANK INDONESIA - BALITBANGTAN DALAM MENEKAN INFLASI PRODUK PERTANIAN DI MALUKU UTARA

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, pada hari Jum’at (14/03/2014) meresmikan Mini Feed Mill yang dikelola oleh Kelompok Ternak Makududara binaan Bank Indonesia perwakilan prov. Maluku Utara dan BPTP Maluku Utara di kelurahan Kastela kec. Pulau Ternate kota Ternate. Dalam acara peresmian ini, dihadiri juga oleh Gubernur BI Wilayah I Silampua (Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua), Gubernur Bank Indonesia Perwakilan Prov. Maluku Utara, Asisten II Gubernur Maluku Utara Bidang Kesra, Walikota Ternate beserta jajaran Muspida kota Ternate, Bupati Halmahera Timur beserta jajaran Muspida kabupaten Halmahera Timur, Kadis Pertanian Prov. Maluku Utara, anggota dan pengurus kelompok ternak Kastela, serta kelompok petani lain binaan BI dan BPTP Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Deputi Gubernur Senior dan Gubernur BI prov. Maluku Utara menyampaikan nilai strategis beberapa komoditas pertanian (padi, daging, dan bawang merah) yang memiliki kontribusi secara signifikan dalam menstabilkan nilai mata rupiah di Maluku Utara sehingga tidak terjadi penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat di Maluku Utara. Dalam sambutannya, secara khusus disampaikan apresiasi atas kinerja BPTP Maluku Utara sebagai mitra kerja Bank Indonesia dalam upaya menekan inflasi produk pertanian di Maluku Utara, salahsatunya melalui peningkatan produksi dan produktivitas usaha ayam ras di kota Ternate. Dengan terwujudnya ini, merupakan bagian dari tindak lanjut penandatanganan MoU yang dilaksanakan antara Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Maluku Utara dan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Maluku Utara pada tanggal 26 Juli 2013 di Kantor Bank Indonesia tentang Pengembangan Klaster Ayam di kota Ternate. 

Dalam hal ini, peran BPTP Maluku Utara antara lain; a). Kajian Kebutuhan Peluang (KKP) dalam rangka pengembangan usaha agribisnis ayam pedaging; b). Pendampingan penguatan kapasitas kelompok peternak dalam aspek teknis dan kelembagaan; dan c). Pelatihan dan pendampingan inovasi teknologi hasil kajian efektivitas formulasi pakan berbasis potensi bahan baku lokal sebagai langkah awal dalam pembuatan mini feed mill di kota Ternate. Dengan memanfaatkan sumber bahan pakan utama yaitu berupa jagung dan dedak dari kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Timur, maka kapasitas produksi di kelompok ternak di kelurahan Kastela mencapai 12 ton/bulan. Dengan kemampuan membuat pakan secara mandiri, peternak dapat menurunkan biaya pakan sampai 1.000/kg sehingga pada dalam 1 kali siklus produksi, biaya produksi berkurang sebesar Rp. 1,2 juta/siklus produksi sehingga secara langsung dapat menekan/ menurunkan titik impas biaya produksi (BEP) sebesar Rp. 2.000/ekor. Dengan kata lain, adanya penurunan biaya pakan mampu menurunkan inflasi daging ayam sebesar 6-7%. 
 
Selain itu, sebagai tindak lanjut peresmian maka dilaksanakan pengembangan pembibitan ayam KUB secara mandiri di lokasi yang sama pada tahun 2014. Dalam rangka mewujudkan hal ini, maka BPTP Maluku Utara telah menyerahkan bibit ayam KUB sebanyak 200 ekor kepada kelompok ternak “Makududara”. Adapun peran yang akan dilaksanakan BPTP Maluku Utara ke dapan adalah pendampingan teknis dan kelembagaan sedangkan Bank Indonesia prov. Maluku Utara berkontribusi dalam penyediaan 2 unit mesin tetas untuk pembibitan ayam KUB. Selain itu, dalam acara peresmian, dilaksanakan juga penandatanganan MoU antara Bank Indonesia Perwakilan Prov. Maluku Utara, Pemkab. Halmahera Timur, Dinas Pertanian Prov. Maluku Utara dan BPTP Maluku Utara untuk kegiatan pengembangan klaster bawang merah terintegrasi ramah lingkungan di desa Toboino dan Tutuling Jaya kec. Wasile Timur kabupaten Halmahera Timur. 

Dalam hal ini, peran BPTP Maluku Utara antara lain; a). melaksanakan pendampingan teknologi budidaya dan pengolahan pasca panen dalam rangka peningkatan mutu dan peningkatan produktivitas, b). Sebagai narasumber dalam pelatihan dan pendampingan kepada penyuluh dan petani, serta 3). Penyediaan benih unggul bawang merah lokal melalui kegiatan UPBS. Dalam kesempatan acara tersebut, dilakukan juga diskusi secara terbatas antara Walikota Ternate, Kadis Pertanian Kota Ternate dan Kepala BPTP Maluku Utara tentang pengembangan potensi sukun di wilayah Ternate, khususnya di pulau Moti, Hiri, dan Batangdua. Dalam diskusi tersebut, disepakati tentang rencana kegiatan eksplorasi dan optimalisasi keunggulan pemanfaatan sukun lokal Ternate dengan langkah awal melakukan karakterisasi dan identifikasi produksi serta populasi sukun di wilayah Ternate dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Sebagai persiapan operasionalisasinya, maka akan dilakukan sinkronisasi kegiatan bersama dengan Bapak Walikota Ternate pada minggu IV bulan Maret di kantor Walikota Ternate. 

Dalam kesempatan lain, yaitu satu hari sebelum acara penandatanganan MoU (13/03/2014), dilakukan diskusi terbatas antara Gubernur dan Wakil Gubernur Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara; Bupati Halmahera Timur beserta jajaran Muspida; Wakil Ketua DPRD kab. Halmahera Timur; dan Kepala BPTP Maluku Utara beserta Kasie KSPP dan penyuluh senior membahas tentang rencana operasionalisasi pengembangan klaster bawang merah di kabupaten Halmahera Timur. Dalam kesempatan tersebut, BPTP Maluku Utara memperoleh apresiasi khusus dari bupati Halmahera Timur atas peran BPTP Maluku Utara melalui kegiatan pendampingan SL PTT Padi Sawah dalam meningkatkan produktivitas padi dari 2,9 menjadi 4-5 ton/ha di kabupaten Halmahera Timur. Bahkan secara khusus, Bupati Halmahera Timur bersedia menyediakan lahan sawah seluas 10 ha guna peruntukkan Kebun Percobaan Lahan Sawah yang akan dikelola oleh BPTP Maluku Utara sebagai media diseminasi dan show window inovasi teknologi Badan Litbang Pertanian di Maluku Utara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar