Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pangan lokal

SUKUN KOTA TERNATE : SUMBER PANGAN YANG BELUM TERGARAP

Sukun ( Artocarpus communis ) merupakan komoditas hortikultura yang sudah dikenal dan berkembang di Maluku Utara. Buah sukun cukup banyak mengandung karbohidrat, sehingga mempunyai potensi sebagai bahan pangan alternatif untuk pengganti beras (diversivikasi pangan) dalam mendukung ketahanan pangan dan bahan olahan lainnya. Pada umumnya, buah sukun di Maluku Utara banyak dimanfaatkan sebagai makanan ringan (camilan), dengan direbus, digoreng maupun dibuat keripik. Untuk diversifikasi makanan, buah sukun dapat diolah menjadi berbagai produk olahan, salah satunya adalah tepung sukun.  Hasil inventarisasi sukun di Maluku Utara terdapat : (1) Populasi tersebar di semua Kabupaten/Kota di Maluku Utara, yang spesifik terdapat di Maitara dan Kepulauan Sula. Di Maitara ada dua jenis sukun, yaitu sukun telur dan sukun batu (nama lokal); (2) Tinggi pohon berkisar 10-15 m, dengan lebar kanopi + 5 m dari cabang-cabang yang melebar ke samping; (3) Rata-rata umur sukun di Maluku Utara p...

MERENCANAKAN PENGEMBANGAN PANGAN LOKAL DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT DAN MALUKU BARAT DAYA : Satu Upaya Mewujudkan Kemandirian Pangan

Andriko Noto Susanto Jogjakarta, 20 Juli 2011   U paya mewujudkan kemandirian pangan barbasis sumberdaya lokal di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dan Maluku Barat Daya (MBD) dihadapkan pada satu kendala utama yaitu belum tersedianya data yang akurat   sebagai dasar dalam membuat perencanaan. Kami Badang Litbang Pertanian bekerja sama dengan Pemda Kabupaten MTB dan Universitas Pattimura telah melakukan penelitian pangan lokal ini pada Tahun 2007. Tujuan penelitian adalah (1) Mengi dentifikasi sumber daya lahan dan sumber pangan lokal, (2) Menentukan pola konsumsi pangan pokok,   kecukupan luas lahan yang yang diperlukan dan prediksi beberapa tahun kedepan (3) Menyusun perencanaan pengembangan pangan lokal berdasarkan asumsi logis sesuai kondisi saat itu. Identifikasi lahan dari PRB skala 1:25.000 H asil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan peta Zona Agroekologi (ZAe) tersedia potensi lahan untuk pengembangan tanaman pangan seluas 185.687 ha. Laju ekstensi...